Pendidikan Dalam Agama Islam

Standar

PRINSIP-PRINSIP ISLAM TENTANG PENDIDIKAN

1. Pengertian Pendidikan

  • Istilah pendidikan dalam bahasa Arab dikenal dengan ta’lim, tarbiyah, dan ta’dib. Ta’lim lebih condong pada aspek pengetahuan kognitif, tarbiyah lebih menekankan pada pemeliharaan dan asuhan dengan kasih sayang, dan ta’dib menekankan pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotortik.
  • Pendidikan adalah segala usaha yang dilakukan secara sadar oleh si pendidik dalam mengarahkan, membimbing, dan memimpin perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.
  • Jadi, pendidikan merupakan langkah-langkah yang di tempuh oleh lembaga pendidikan untuk menjadikan peserta didik menjadi manusia yang berguna, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Dalam hal ini peran tenaga pendidik sangat mempengaruhi berhasil tidaknya peserta didik karena tenaga didik berperan dalam mengarahkan, membimbing, dan memimpin perkembangan peserta didik baik secara rohani maupun jasmani dalam rangka mencapai tujuan terbentuknya kepribadian peserta didik yang unggul.

2. Dasar-Dasar Pendidikan Islam

Dasar pendidikan Islam yang utama adalah Kitab Allah dan Sunnah Rasul yang disebut dengan Al-Qur’an dan Hadits.

Firman Allah  dalam Q.S al-Nisa’/4: 59

Artinya :“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya),  jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

Jadi, dalam Q.S al-Nisa’/4: 59 manusia harus taat kepada Allah SWT dan Rosulnya serta menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidupnya. Dan jika ia mengalami perbedaan pendapat dengan orang lain, orang-orang beriman dianjurkan untuk kembali pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Maksudnya menyelesaikan perbedaan pendapat yang dialami maupun masalah-masalah yang terdapat di hidupnya dengan berpegang pada Al-Qur’an dan juga As-Sunnah. Karena jika manusia taat menjalankan semua perintah serta menjauhi larangan Allah dan Rasulnya serta berpedoman pada Al-Qur’an akan menjadikan kehidupannya baik di dunia maupun di akhirat.

Selain firman Allah di atas, yang menjadi dasar pendidikan adalah dalam Hadist (buku paket ‘Studi Islam’ halaman 269) yang mempunyai arti sebagai berikut :
“Aku tinggalkan padamu dua urusan, sekali-kali kamu tidak akan sesat selama kamu sekalian berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya” (HR.Malik)

(CD-ROM Hadits Mawsu’ah al-Hadits al-Syarif dalam Kitab Muwatha’Malik no.1395).

Dalam Hadits di atas menerangkan bahwa jika kita sebagai manusia berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadits kita tidak akan tersesat di kehidupan dunia maupun akhirat.

3. Batas – batas Pendidikan

Dalam Islam batas – batas pendidikan manusia adalah seumur hidup.Yang dimaksud dengan belajar seumur hidup adalah manusia belajar dari lahir sampai dengan meninggal nanti. Namun, dalam masyarakat kita pada kenyataannya seseorang belajar bermmula dari umur 2-4 tahun (masa kritis) karena pada usia tersebut seseorang sudah mampu menggunakan nalar atau pikirannya walaupun belum mampu menggunakannya dengan baik serta mempunyai ego dan sadar tentang kemampuan dirinya serta mengetahui apa yang ia inginkan. Upaya yang dilakukan anak pada masa kritis merupakan upaya persiapan ke arah pendidikan yang nyata sedangkan upaya yang dilakukan orang tua saat anak masih dalam kandungan merupakan upaya untuk mempengaruhi kejiwaan anak.

Jadi, selama kita masih hidup kita harus memanfaatkan usia kita dengan belajar, belajar, dan belajar. Karena belajar tidak harus di sekolah namun di setiap waktu dan dimanapun temaptnya kita dapat belajar bahkan mungkin dari pengalaman orang lain sekalipun. Intinya dalam Islam belajar harus seumur hidup. Dari saat kita di lahirkan ke dunia sampai kita menutup mata (meninggal).

4. Catur Pusat Pendidikan

Dalam Islam pusat pendiddikan dibagi menjadi 3, yaitu:

a.         Keluarga

Keluarga merupakan pusat pendidikan yang pertama. Karena peserta didik mengetahui tentang kebaikan dan keburukan bermula dari orang tuanya serta lingkungan keluarga.

Keluarga juga merupakan pusat pendidikan yang utama karena yang bertanggung jawab terhadap pendidikan peserta didik adalah orang tua.

b.         Masjid

Dalam pendidikan masjid mempunyai fungsi keagamaan. Yaitu digunakan sebagai tempat sholat, menyiarkan agama Islam, seta ibadah lainnya. Seperti pada anak-anak kecil, di masjid mereka diberikan pengajaran membaca IQRA lalu dilanjutkan dengan membaca Al-Qur’an.

Fungsi masjid yang kedua adalah fungsi social. Fungsi social yang di maksud disini adalah mempererat tali persaudaraan antara umat muslim, belajar agama Islam bersama-sama dengan masyarakat lainnya, menyelesaikan masalah-masalah ataupun kesalahpahaman yang sering terjadi di masyarakat, selain itu masjid dapat digunakan sebagai tempat musyawarah.

c.          Sekolah atau madrasah

Sekolah merupakan lembaga formal yang disediakan bagi peserta didik yang ingin merancang masa depan yang cerah. Sekolah formal dimulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK, Perguruan Tinggi (baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta). Dalam sekolah ini, peran tenaga pendidik sangat menentukan berhasil tidaknya peserta didik untuk memahami berbagai materi atau berbagai ilmu yang diberikan.

d.         Masyarakat

Masyarakat juga merupakan pusat pendidikan bagi peserta didik. Karena di masyarakat peserta didik dapat belajar secara langsung dari orang-orang di sekitarnya. Dalam masyarakat pendidikan dapat dilakukan dengan cara mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, misalnya kursus-kursus (kursus tilawah) dan latihan-latihan (pelatihan mubaligh/mubalighat, pelatihan khotib, ataupun pelatihan kepemimpinan. Masyarakat merupakan pendidikan non formal.

Untuk mendapatkan hasil yang baik diharapkan pusat-pusat pendidikan di atas dapat bekerja sama sehingga dapat menjadikan peserta didik menjadi manusia yang berkualitas yang berguna bagi dirinya, agamanya, orang lain serta bangsa dan negara.

5. Faktor-Faktor Pendidikan

Menurut para ahli, terdapat lima factor pendidikan, yaitu tujuan, pendidik, peserta didik, alat-alat, dan alam sekitar (milieu) (Zuhairini, dkk., 1993: 22-41). Kelima factor tersebut saling mempengaruhi dan saling berhubungan satu sama lain.

a.         Faktor Tujuan

Mendidik merupakan kegiatan yang berkaitan dengan tujuan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan. Sedangkan tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai.

Rumusan-rumusan yang dikemukakan oleh para ahli tentang tujuan pendidikan dalam Islam antara lain:

1)         Ahmad D.Marimba (1989: 39) menyatakan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah terbentuknya orang yang berkepribadian muslim.

2)         M. Athiyah al-Abrasyi (1974: 15) menyatakan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah manusia yang berakhlak mulia.

3)         Kongres Pendidikan Islam se-Dunia ke-II pada tahun 1980 menetapkan bahwa tujuan pendidikan akhir pendidikan adalah adanya sikap penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT pada tingkat individual, masyarakat, dan tingkat kemanusiaan pada umumnya (dikutip dalam M.Arifin, 1987: 132).

4)         M. Arifin (1987: 133) menyatakan bahwa tujuan akhir pendidikan Islam adalah menanamkan kesadaran pada diri manusia terhadap dirinya sendiri selaku hamba Allah dan kesadaran selaku anggota masyarakat yang harus memiliki rasa tanggung jawab social terhadap pembinaan masyarakatnya serta menanamkan kemampuan manusia untuk mengelola, memanfaatkan alam sekitar ciptaan Allah bagi kepentingan kesejahteraan manusia dan kegiatan ibadah kepada Khalik, pencipta alam itu sendiri.

Dari beberapa rumusan tujuan pendidikan diatas dapat di simpulkan bahwa tujuan pendidikan adalah menjadikan peserta didik menjadi siswa yang cerdas dan berbudi luhur. Yang mengetahui tentang fitrah dirinya sebagai makhluk Allah dan juga makhluk social. Karena Allah menciptakan manusia di dunia ini adalah untuk menyembah kepada-Nya (Q.S. al-Dzariyat/51: 56). Sedangkan sebagai makhluk social manusia harus memiliki tanggung jawab terhadap pembinaan alam sekitar serta mampu mengelola dan memanfaatkan semua potensi yang ia miliki untuk menjadikan kehidupan yang lebih baik.

b.            Faktor Pendidik

Pendidik adalah tiap orang yang dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mencapai manusia yang baik. Mempengaruhi orang lain tidak hanya melalui perkataan saja tetapi juga melalui sikap dan tingkah laku. Sarana untuk mempengaruhi orang lain adalah segala sesuatu yang ada pada diri pendidik ayau segala sesuatu yang dimiliki oleh pendidik.

Macam-macam pendidik :

  1. Pendidik primer atau pendidik utama

Pendidik primer adalah orang tua (bapak dan ibu), sebab dengan kesadaran yang memdalam serta didasari rasa cinta dan kasih sayang yang mendalam mereka mengasuh atau mendidik anaknya dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran.

2. Pendidik sekunder atau pendidik kedua

Pendidik sekunder adalah pendidik selain orang tua, diantaranya adalah guru, pengasuh atau wakil-wakil yang diserahi oleh orang tua untuk mengasuh anaknya. Pendidik sekunder tidak kalah pentingnya dalam mengasuh dan mendidik anak.

Sebagai pendidik yang efektif, pendidik harus memiliki tiga komponen :

  1. Kompetensi kepribadian
  2. Kompetensi pengusaan bahan
  3. Kompetensi cara-cara mengajar

Tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik antara lain adalah mempersiapkan para peserta didik agar kelak bisa survive hidup di dunia dan di akhirat (menurut Q.S. al-Nisa’/4:9)

c.             Faktor Peserta Didik

Peserta didik adalah orang atau sekelompok orang yang menerimapengarahan dari pendidik. Peserta didik memiliki potensi –potensi yang dibawa sejak lahir yang harus dikembangkan dan dirangsang potensi itu agar berkembang secara maksimal.

d.            Faktor Alat-alat

Alat-alat pendidikan adalah segala sesuatu yang secara langsung membantu terlaksananya tujuan pendidikan.metode dan materi juga termasuk dalam alat-alat pendidikan. Materi adalah bahan-bahan yang harus diberikan/disajikan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Sedangakan metode adalah cara yang dapat digunakan pendidik untuk memberikan/menyajikan materi pendidikan kepada peserta didik.

Materi pendidikan dalam Islam menurut Abdullah Nashih Ulwan :

  1. Pendidikan iman
  2. Pendidikan moral
  3. Pendidikan fisik dan keterampilan
  4. Pendidikan rasio/akal
  5. Pendidikan kejiwaan
  6. Pendidikan social
  7. Pendidikan seksual

Macam metode yang digunakan :

  1. Metode keteladanan
  2. Metode adat kebiasaan
  3. Metode nasehat
  4. Metode cerita/kisah
  5. Metode pengawasan/perhatian
  6. Metode hukuman

e.             Faktor Alam Sekitar

Faktor alam sekitar adalah segala sesuatu yang ada di sekeliling peserta didik. Factor ini sangat mempengaruhi keberhasilan pendidikan baik pengaruh yang positif maupun pengaruh yang negative.

Tiga macam lingkungan yang selalu ada di hadapan peserta didik adalah lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Tidak ada unsure tanggung jawab dari pengaruh lingkungan terhadap peserta didik.oleh karena itu, para pendidik baik pendidik primer maupun sekunder harus peka dan waspada terhadap lingkungan peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s